penghuni bongkahan kios kecil
berawal pada tanggal 11 maret,saat aku melakukan perjalanan luar kota dengan tujuan Wonosobo,saat itu aku masih bekerja di suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang "pest control". Dalam perjalanan tersebut tepatnya saat sampai daerah Temanggung,tanpa sengaja aku melihat suatu aksi pembongkaran kios -kios kecil yang berada disepanjang pinggiran jalan,dan karena aku melihat kejadian tersebut aku merasa kasihan pada mereka yang terguisur dari sumber penghidupan mereka,mulai saat atu tergugah hati aku tuk ikut merasakan kesedihan mereka. Tiap kali aku kerja keliling dalam kota,aku sempatkan sedikit waktu tuk mendekati sebagian kios-kios yang ada di Semarang, ngomong punya omong,aku dengar sedikit demi sedikit keluh kesah mereka,hingga dalam hati aku ingin merasakan seperti mereka,hidup ditepi jalanan yang penuh debu,panas terik terasa sangat menyengat pada siang hari dan bila malam tibasaat jalan mulai agak sepi sangat rawan sekali akan adanya tindak kriminal(maklum daerah perkotaan) dalam hati kecil aku berkata "Bagaimana rasanya mengais rejeki halal dengan cara berjualan seperti itu"
dan akhirnya aku putuskan tuk mencobanya,pertama kali aku lontarkan ide aku pada kedua orang tua aku,mereka cuma berkata "apa kamu udah gila? kerja udah enak malah pilih jualan dipinggir jalan,lalu bagaimana dengan masa depan kamu?" dan aku cuma menjawab "masa depan hanyalah harapan semata jika kita tidak memulai langkah pertama dengan kebaikan,dan menurut aku ini adalah langkah awal terbaikku,dimana aku bisa merasa bagaimana susahnya mencari uang,kelak aku pasti memahami apa itu arti hidu yang sebenarnya". Akhirnya perlahan tapi pasti kedua orang tua aku memahami niat aku,dan merekapun mengijinkan aku,mereka tahu apa misi aku dalam mengarungi hidup didunia ini yang penuh dengan kekejaman ini.
kini tiba saatnya aku mencari info tentang kios yang akan dijual,yang namanya jodoh larinya pasti tak kemana,cuma butuh waktu seminggu aku sudah mendapatkan apa yang aku cari,dan kebetulan kios tersebut dekat dengan rumah dimana aku tinggal. Akhirnya aku putuskan mengundurkan diri dari tempat kerja aku,aku langsung bisa keluar namun aku harus menyelesaikan pekerjaan aku yang masih tertunda,setelah selesai semua,tepatnya tanggal 23 agustus 2005,aku sudah siap-siap membersihkan & memperbaiki kios yang sudah reot tersebut,selang 2hr aku udah mulai bejualan, 25 Agustus 2005 pertama kali aku memulai petualamgan baru aku sebagai pedagang pinggir jalan. Pada awalnya sich aku merasa sangat berat karena disamping banyak sindiran halus keluar dari para tetangga,aku juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru aku. Tapi lama-kelamaan aku sudah terbiasa,sampai saat ini aku masih berjualan.